Kritik Mahasiswa-Masyarakat Sipil kepada Prabowo-Gibran soal ART hingga BOP, Keras!

4 hours ago 1

Kritik Mahasiswa-Masyarakat Sipil kepada Prabowo-Gibran soal ART hingga BOP, Keras!

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Aksi nasional mahasiswa dan masyarakat sipil menyikapi Perjanjian Dagang RI-AS, Keterlibatan Indonesia dalam BOP dan Rencana Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza serta Serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran, di Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2026). Foto: supplied

jpnn.com - Aksi nasional mahasiswa dan masyarakat sipil menyampaikan kritik keras terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka menyikapi Perjanjian Dagang RI-AS, Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BOP), Rencana Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza, serta Serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran.

Dalam aksi yang berlangsung di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (6/3/2026), mahasiswa dan masyarakat sipil menyerukan slogan "Lawan Imperialisme Baru, Batalkan ART, Keluar dari Board of Peace!

Kritik Mahasiswa-Masyarakat Sipil kepada Prabowo-Gibran soal ART hingga BOP, Keras!Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Presiden RI Prabowo Subianto, dalam pertemuan Board of Peace di Washington DC, Kamis (19/2). Foto: dokumentasi Biro Pers Istana

Aktivis Solidaritas Perempuan Dina Herdiana selaku juru bicara aksi nasional menilai pemerintahan Prabowo-Gibran telah secara terang-terangan menunjukkan watak sesungguhnya sebagai boneka imperialis Amerika Serikat.

"Presiden Prabowo dengan senang hati tunduk pada tuntutan Trump untuk menetapkan tarif dan negosiasi-negosiasi yang merugikan bangsa Indonesia," ujarnya.

Tindakan Prabowo-Gibran berpuncak pada penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) dengan komitmen mengirimkan ribuan Pasukan TNI untuk menjadi International Stabilization Force (ISF) di Gaza, Palestina.

"Semuanya berbanding terbalik dengan omon-omon Presiden tentang kedaulatan bangsa dan stempel antek asing yang dilekatkan pada gerakan rakyat. Nyatanya, pemerintah hari ini justru bertindak nyata sebagai antek imperialisme Amerika Serikat," tutur Dina.

Mereka memandang Indonesia terjebak dalam permainan dagang Donald Trump (Amerika Serikat). Banyak substansi dalam perjanjian dagang itu merugikan rakyat Indonesia.

Aksi nasional mahasiswa dan masyarakat sipil menyampaikan kritik keras terhadap pemerintahan atas ART RI-AS, BoP, hingga pengiriman pasukan TNI ke Gaza.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|