jpnn.com - Krisis sampah di Kota Pekanbaru mendorong langkah kolaboratif antara Polda Riau dan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru untuk mencari solusi jangka panjang.
Salah satu gagasan yang mulai didorong adalah mengubah tumpukan sampah menjadi sumber energi melalui teknologi waste to energy (WTE).
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama jajaran Pemkot Pekanbaru meninjau langsung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Muara Fajar, Kamis (5/3/2026).
Peninjauan ini dilakukan menyusul kondisi TPA yang telah mengalami overcapacity dan berpotensi menimbulkan bencana ekologis jika tidak segera ditangani secara serius.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan persoalan sampah di Pekanbaru sudah masuk kategori darurat sehingga membutuhkan langkah penanganan yang komprehensif dan kolaboratif antara berbagai pihak.
“Jika tidak segera diintervensi, metode open dumping berpotensi memicu bencana kebakaran gas metana, pencemaran lingkungan akut, hingga kelumpuhan sistem tata kelola kota yang dapat memicu konflik sosial di masyarakat,” ujar Pandra Jumat (6/3).
Berdasarkan data Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS), dengan populasi lebih dari 1,16 juta jiwa, timbulan sampah di Pekanbaru pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai sekitar 1.378,37 ton per hari.
Sebagian besar sampah tersebut bermuara di TPA Muara Fajar yang kini kondisinya sudah melebihi kapasitas.

2 hours ago
3

















.jpeg)


































