jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo angkat bicara terkait maraknya berbagai informasi yang beredar di media sosial sepanjang Mei 2026 yang dinilai mengandung disinformasi, fitnah, dan narasi kebencian terhadap Presiden RI Prabowo Subianto serta pemerintahannya.
Sebagai relawan pemenangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024, Logis 08 merasa perlu memberikan klarifikasi dan pembelaan terhadap sejumlah tudingan yang dinilai tidak sesuai fakta.
Menurut Anshar Ilo, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari demokrasi, namun penyebaran informasi yang tidak benar justru berpotensi menyesatkan masyarakat dan mengganggu upaya pemerintah menjalankan program-program pembangunan.
"Logis 08 menghormati kritik, tetapi kami menolak fitnah dan disinformasi. Demokrasi membutuhkan fakta, bukan kebencian yang dibangun melalui informasi yang menyesatkan,” kata Anshar Ilo, Sabtu (31/5/2026).
Anshar menyoroti sejumlah isu yang ramai diperbincangkan selama Mei 2026, mulai dari polemik bantuan sapi kurban Presiden, kunjungan kenegaraan ke Prancis, hingga isu nilai tukar rupiah dan kebijakan pendidikan bahasa asing.
Terkait bantuan sapi kurban Presiden, Anshar menjelaskan program tersebut merupakan Bantuan Kemasyarakatan Presiden berupa sapi yang telah lama dianggarkan dalam APBN sejak era pemerintahan sebelumnya.
"Ini bukan program baru dan bukan pula penggunaan anggaran pribadi Presiden yang kemudian diklaim sebagai bantuan pribadi. Program ini sudah berjalan sejak lama sebagai bagian dari bantuan kemasyarakatan negara,” ujar mantan Waketum DPP KNPI ini.
Mengenai kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis, Anshar menegaskan bahwa agenda tersebut telah diumumkan jauh hari sebelumnya sehingga tidak benar jika disebut dilakukan secara mendadak.

4 hours ago
2





















































