Kelucuan dan Keanehan Triumvirat Simalungun

1 day ago 1

Oleh: Juliaman Saragih – Ketua/Pendiri NCBI (Nation and Character Building Institute)

Kelucuan dan Keanehan Triumvirat Simalungun

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketua/Pendiri NCBI (Nation and Character Building Institute) Juliaman Saragih. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com - "Triumvirat" merujuk pada 3 (tiga) orang yang memegang kekuasaan atau memimpin pemerintahan secara bersama-sama di Simalungun, yakni Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah.

Kebijakan Triumvirat Simalungun ini layak masuk Guinness World Records atau Penghargaan MURI untuk Kebijakan Teraneh dan Terlucu.

Surat Edaran 008.8.3/1829/2025, 16/12/2025 Tentang Penamaan Balei Harungguan Tuan Rondahaim Saragih di ruang rapat kantor camat lingkungan pemerintahan Kabupaten Simalungun adalah Puncak Keanehan dan Terlucu.

Titik picunya penggantian Balei Harungguan (ruang rapat utama di lingkungan Kantor Bupati Simalungun) Djabanten Damanik menjadi Balei Harungguan Tuan Rondahaim Saragih (Hingga saat ini kami belum menemukan payung hukum yang mendasari kebijakan di atas).

Kebijakan di atas mengeliminasi 12 tahun (jika penerbitan buku Napoleon Der Bataks, 2013, menjadi rujukan awal kerja terstruktur) perjuangan dari para tokoh, akademisi/intelektual lintas kampus dan berbagai kelompok adat serta masyarakat.

Kebanggaan dan harga diri melalui penetapan Pahlawan Nasional Pertama dari Simalungun, atau ke-13 dari Sumatera Utara, seketika hancur dengan kesewenangan penggantian nomenklatur ruang rapat utama hingga ke kecamatan di Simalungun.

Mungkin Triumvirat ini tidak membaca Narasi Istana saat penganugerahan gelar pahlawan nasional Tuan Rondahaim Saragih Bidang perjuangan bersenjata (10/11/25).

“Almarhum Tuan Rondahaim Saragih, tokoh dari Provinsi Sumatera Utara, Pahlawan Bidang Perjuangan Bersenjata. Dikenal sebagai “Napoleon dari Batak”. Di bawah kepemimpinan Tuan Rondahaim Saragih, Pasukan Raya di Simalungun mencatatkan riwayat perjuangan menonjol melawan kolonialisme Belanda, dengan fokus pada pertahanan kemerdekaan yang berhasil (https://setkab.go.id/gelar-pahlawan-nasional-2025-prabowo/).

Kebijakan Triumvirat Simalungun ini layak masuk Guinness World Records atau Penghargaan MURI untuk Kebijakan Teraneh dan Terlucu.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|