jpnn.com, JAKARTA - Langkah cepat Kejaksaan Agung dalam membongkar dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan.
Tindakan tegas ini dinilai sebagai bukti nyata komitmen Korps Adhyaksa dalam mengeksekusi visi besar Presiden terkait pemberantasan korupsi di tanah air.
Pengamat politik, Ujang Komarudin, menilai respons cepat yang ditunjukkan oleh pihak Kejaksaan merupakan langkah hukum yang sangat positif dalam mengusut tuntas setiap indikasi penyimpangan di jajaran Kementerian maupun Lembaga (K/L).
"Tentu tugas besar bangsa ini adalah pemberantasan korupsi, dan pak presiden punya tugas itu. Selain janji kampanye tetapi fakta dan kenyataannya kita masih negara korup di dunia. Oleh karena itu, saya melihat dan respons positif bagus, kalau ada dugaan korupsi baik itu di K/L termasuk BGN ya kalau bahasa saya harus dicari bukti-buktinya untuk diseret ke pengadilan," ujar Ujang.
Kecepatan Kejaksaan dalam bergerak di kasus BGN ini juga mempertegas posisinya sebagai institusi penegak hukum utama yang diandalkan oleh kepala negara.
Berbeda dengan lembaga ad hoc, Kejaksaan bergerak di atas rel prosedur formal yang kuat guna memastikan supremasi hukum berjalan tanpa hambatan birokrasi.
Ujang Komarudin mengamati bahwa Presiden secara konsisten menaruh kepercayaan besar kepada Kejaksaan dalam mengawal agenda bersih-bersih pemerintahan.
Rekam jejak Kejaksaan dalam membongkar megakorupsi dan memulihkan kerugian finansial negara menjadi alasan kuat di balik kepercayaan tersebut.

5 hours ago
1





















































