Kasus Keracunan MBG Terus Berulang, KPAI: Harus Jadi Alarm Keras Prabowo

3 hours ago 3

 Harus Jadi Alarm Keras Prabowo

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pekerja menyiapkan paket MBG. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyebut Presiden RI Prabowo Subianto harus menjadikan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai alarm serius terhadap sistem manajemen program pemerintah itu.

Terlebih lagi, kata dia, kasus keracunan MBG seperti terjadi berulang, hingga memunculkan pertanyaan publik soal perubahan yang telah dilakukan. 

"Ini harus jadi alarm keras presiden, karena persoalan lama masih terus berulang, belum berubah," kata Jasra melalui layanan pesan, Sabtu (5/9).

Dia menuturkan data per 4 September dari pemberitaan menyatakan ada 1.961 orang diduga mengalami keracunan, setelah mengonsumsi MBG selama periode 1–3 September 2026. 

Kasus tersebut tersebar di Bener Meriah, Agam, Tana Toraja, Rembang, Jawa Tengah, dan Sidoarjo.

Menurut Jasra, MBG adalah program strategis yang memiliki karakter berbeda dengan kebijakan pemerintah lain.

Pasalnya, kata dia, kesalahan dalam pelaksanaan dapat langsung menyentuh keselamatan dan kesehatan anak.

“Ketika makanan yang seharusnya menjadi instrumen pemenuhan gizi, justru menimbulkan gangguan kesehatan maka negara tidak boleh hanya menghitung apakah ada yang meninggal atau tidak. Keselamatan anak tidak boleh menunggu sampai jatuh korban jiwa,” ujar dia.

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra kesalahan dalam pelaksanaan MBG dapat langsung menyentuh keselamatan dan kesehatan anak.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|