jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) pada pembukaan perdagangan bergerak menguat 12 poin atau 0,07 persen, di Jakarta, Rabu (11/3).
Mata uang Garuda berada pada angka Rp 16.851 per USD, sementara penutupan sebelumnya tercatat Rp 16.863 per USD.
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah seiring penurunan cukup besar pada harga minyak dunia.
“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas didukung oleh penurunan yang cukup besar pada harga minyak,” katanya kepada di Jakarta, Rabu.
Mengutip Anadolu, patokan internasional minyak mentah Brent sempat diperdagangkan USD 87,6 per barel, dan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di kisaran USD 84,2 per barel.
Angka ini menurun setelah sempat melonjak di atas USD 119 per barel pada Senin (9/3) terkait kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz yang terkait dengan perang Iran dengan AS-Israel.
Menurut Lukman, penurunan tersebut disebabkan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan perang dengan Iran diperkirakan akan "segera berakhir", tetapi membantah berakhir pada pekan ini.
“Ada harapan dari pernyataan Trump yang akan mengamankan Selat Hormuz, dan pernyataannya bahwa perang akan berakhir tidak lama lagi, walau belum tentu hal ini terjadi, namun memberikan sentimen yang positif,” ungkap dia.

6 hours ago
2





















































