jpnn.com, ISTANBUL - Pemerintah Iran menegaskan kesiapannya untuk membantu Lebanon menghadapi agresi ilegal Israel menyusul perintah serangan udara terbaru di Beirut oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Senin (1/6/2026).
“Kami telah menegaskan dan terus menegaskan bahwa gencatan senjata di Lebanon merupakan bagian integral dari setiap gencatan senjata dan setiap kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam konferensi pers yang dikutip kantor berita IRNA.
Pernyataan tersebut disampaikan seusai Kepala Otoritas Israel, Benjamin Netanyahu, pada Senin memerintahkan militer untuk melancarkan serangan udara di ibu kota Lebanon, Beirut, dalam eskalasi terbaru meskipun gencatan senjata di Lebanon masih berlaku.
Adapun ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari. Teheran membalas dengan serangan yang menargetkan Israel dan sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, serta menutup Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan lanjutan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang berkelanjutan.
Sejak itu, kedua pihak terus saling bertukar proposal dalam upaya melanjutkan perundingan langsung dan mengakhiri konflik.(antara/jpnn)

4 hours ago
1





















































