jpnn.com, JAKARTA - Bagi banyak anak di wilayah pedalaman, buku bukanlah sesuatu yang mudah dijangkau.
Karena itu, PNM bersama Kompas Gramedia menghadirkan bantuan 2.700 buku yang disalurkan ke 27 sekolah.
Salah satu pengelola sekolah di Gowa yang menjadi penerima manfaat Mansyur Kulle menilai buku-buku tersebut menghadirkan pengalaman baru, membuka jendela pengetahuan, sekaligus menumbuhkan mimpi-mimpi yang selama ini hanya tersimpan dalam benak mereka.
“Di tengah keterbatasan akses pendidikan dan literasi, setiap buku yang sampai ke tangan anak-anak membuat mereka berani mengenal dunia yang lebih luas,” ujar Mansyur, Rabu (3/6).
Menurut dia, dari cerita tentang profesi, budaya, sains, hingga kisah inspiratif di buku, anak-anak menemukan bahwa masa depan memiliki begitu banyak kemungkinan.
“Anak-anak yang biasanya bergegas pulang setelah sekolah memilih bertahan lebih lama untuk membaca bersama,” ucap Mansyur.
Dia memaparkan beberapa bahkan mulai saling bertukar buku dan menceritakan kembali isi bacaan kepada teman-temannya. Suasana belajar yang sebelumnya sunyi berubah menjadi ruang penuh rasa ingin tahu.
“Anak-anak senang sekali ramai-ramai langsung membaca buku” kata dia.

3 hours ago
2





















































