jpnn.com - PEKANBARU - Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA176 mengalami kerusakan pada bagian hidung pesawat setelah mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru Sabtu (7/3).
Akibat kerusakan tersebut, pesawat tidak dapat kembali dioperasikan untuk penerbangan selanjutnya dan harus menjalani pemeriksaan teknis lebih lanjut.
General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II, Achmad, menjelaskan bahwa pesawat dengan registrasi PK-GFF tersebut sebelumnya melayani rute dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II.
Setelah pesawat mendarat, teknisi dan kru pesawat langsung melakukan inspeksi visual dan menemukan adanya kerusakan berat pada bagian radome atau hidung pesawat, khususnya di sisi kiri.
“Setelah mendarat dilakukan inspeksi visual oleh teknisi dan kru pesawat. Hasilnya menunjukkan radome mengalami kerusakan cukup berat,” ujar Achmad.
Karena kondisi tersebut, pesawat tidak diterbangkan kembali dan harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim teknis.
Insiden ini juga berdampak pada penerbangan lanjutan GA179 rute Pekanbaru–Jakarta yang akhirnya terpaksa dibatalkan karena pesawat yang dijadwalkan digunakan mengalami kerusakan.
Sebagai solusi, penumpang dialihkan menggunakan penerbangan maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG033 rute Pekanbaru–Halim Perdanakusuma yang diberangkatkan pada pukul 19.12 WIB.

3 hours ago
1





















.jpeg)































