jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat, mendesak pemerintah untuk segera mengoptimalkan penanganan dampak kesehatan bagi masyarakat yang terpapar abu vulkanis akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Ru'yat menekankan bahwa penanganan pascabencana sangat krusial karena material abu vulkanis membawa zat beracun yang dapat memicu masalah kesehatan serius bagi warga di kawasan terdampak.
“Terutama pascabencana terkait dengan kesehatan pernapasan, karena ini mengandung abu vulkaniknya, mengandung semacam silika yang berbahaya dan juga asam. Kemudian juga terhadap mata, ini akan membahayakan bagaimana juga terhadap kesehatan kulit,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.
Ru’yat mengatakan penanganan dampak kesehatan akibat bencana perlu dilakukan secara menyeluruh melalui koordinasi lintas lembaga, mulai dari sebelum bencana, saat bencana terjadi, hingga pascabencana.
“Saya mendesak kepada Kementerian Kesehatan, Pak Budi Gunadi Sadikin, agar berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait dengan alokasi anggaran, baik sebelum bencana untuk sosialisasi kepada masyarakat agar punya kesadaran menangani ketika bencana datang, kemudian ketika bencana terjadi dan pascabencana,” ujar Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat V tersebut.
Ru’yat meminta pemerintah memastikan perlindungan dan pelayanan kesehatan dapat diberikan secara cepat kepada masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Ia menilai respons yang cepat dan terkoordinasi penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dari dampak kesehatan akibat bencana.
“Tentu mudah-mudahan ini dilakukan dengan secepat-cepatnya karena hadirnya negara untuk melindungi warganya,” kata Achmad Ru'yat.

21 hours ago
2























.jpeg)





























