jpnn.com, JATINANGOR - Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memperingati Dies Natalis ke-70 sebagai momentum penguatan peran lembaga pendidikan tinggi kedinasan dalam mencetak calon pemimpin pemerintahan.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, mengatakan bahwa peringatan tersebut menjadi kesempatan bagi IPDN untuk memperkuat visi, integritas, dan strategi kelembagaan ke depan.
Menurutnya, IPDN perlu terus beradaptasi melalui inovasi, pengembangan sarana dan prasarana, serta peningkatan kualitas program studi yang relevan dengan kebutuhan pemerintahan.
“Saya yakin IPDN dapat mengembangkan diri dengan inovasi yang adaptif, didukung sarana prasarana yang makin baik, serta kajian ilmiah yang menjadi acuan pengambil keputusan,” ujar Tito, dalam keterangannya, Selasa (31/3).
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Joko Pramono, turut menyoroti pentingnya peran IPDN dalam membentuk aparatur yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berintegritas.
Dia menyebut lulusan IPDN harus memiliki kepekaan terhadap etika, akuntabilitas, serta keberanian menolak praktik penyimpangan dalam birokrasi.
“IPDN tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memahami administrasi pemerintahan, tetapi juga harus membentuk pamong praja yang berintegritas, transparan, dan berani menolak penyimpangan,” ujarnya.
Dia menambahkan, integritas menjadi fondasi utama dalam membangun birokrasi yang dipercaya masyarakat serta mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

5 hours ago
3





















































