jpnn.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons desakan dibukanya tambang di Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.
Desakan tersebut disampaikan oleh ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cigudeg Rumpin Parung Panjang, dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Senin (4/5/2026).
Aliansi menyampaikan aspirasi yang disambut oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Permintaannya yakni tambang agar dibuka dan bisa jadi mata pencaharian lagi untuk ribuan warga yang menggantung hidupnya di sana.
Sebelumnya, tambang tersebut ditutup oleh Dedi Mulyadi sekitar tujuh bulan lalu. Dia mengatakan, pihaknya menerima masukan dari aliansi pekerja tambang itu, tetapi sayang permintaannya belum bisa dipenuhi.
Menurutnya, banyak faktor yang membuatnya masih ogah membuka lagi tambang di sana, salah satunya adalah keselamatan warga di sekitar area tambang.
Dedi Mulyadi menjelaskan, banyak warga yang mengeluh atas beroperasi tambang di Parung Panjang dan sekitarnya.
"Yang dipikirkan adalah jalur Parung Panjang yang dilewati itu adalah masyarakat kita juga yang harus dilindungi agar nyaman ketika sekolah, agar nyaman bepergian ke kantor, agar nyaman ketika pergi ke rumah sakit, agar nyaman berdagang," kata Dedi Mulyadi saat ditemui di Bandung, Rabu (6/5/2026).
"Kan itu jumlahnya juga puluhan ribu. Dulu kan mengalami penderitaannya sangat panjang. Mereka banyak yang kerjanya di Jakarta, kalau pulang nyampe ke rumah harus jam 11 malam baru nyampe. Subuh harus berangkat lagi, mengalami depresi. Yang meninggal sudah berapa? Seluruhnya kan sudah ditangani oleh gubernur. Yang meninggal kami santuni, yang sakit diobati," lanjutnya.

10 hours ago
2





















































