jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menyepakati penghapusan tarif impor nol persen untuk produk tekstil dan garmen.
Airlangga mengaku penghapus tarif bea masuk tersebut tertuang dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang telah ditandatangani kedua negara.
“Tentunya ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini, dan kalau kami hitung sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia,” kata Airlangga Hartarto dikutip Sabtu (21/2).
Airlangga menjelaskan kesepakatan kedua negara menggunakan mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ). Tetapi, volume penghapusan bea masuk ini ditentukan berdasarkan jumlah bahan baku tekstil yang diimpor Indonesia dari AS seperti kapas (cotton) dan serat buatan (man-made fiber).
Airlangga mengatakan secara umum AS tetap akan memberlakukan tarif resiprokal sebesar 19 persen untuk produk impor Indonesia.
Tetapi, Pemerintah AS memberikan pengecualian khusus bagi daftar produk yang telah diidentifikasi dalam perjanjian.
Terdapat total 1.819 pos tarif produk Indonesia yang mendapatkan fasilitas pembebasan tarif impor nol persen dari Donald Trump.
Produk-produk tersebut meliputi tekstil, garmen, minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang.

2 weeks ago
22




















































