jpnn.com - JAKARTA - Pengamat politik Revan Fauzano mengingatkan Presiden Prabowo Subianto tentang janji kampanye soal peningkatan akses dan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat miskin. Direktur Lembaga Constra ini mengatakan jaminan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin harus menjadi prioritas bagi pemerintah.
“Salah satu janji kampanye dari Presiden Prabowo pada Pemilu 2024 ialah tentang peningkatan akses dan layanan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin," kata Revan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/2).
Hal tersebut dia sampaikan merespons polemik penonaktifan penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
Menurut dia, kisruh perubahan data PBI BPJS yang terjadi beberapa hari ke belakang ini membuat banyak masyarakat miskin terdampak. Dia mencontohkan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, sudah ada 26 ribu peserta penerima PBI dinonaktifkan.
Menurut dia, jangan lupa bahwa persoalan kesehatan gratis ini merupakan hal paling penting dan memiliki kaitan dalam kebijakan yang dilaksanakan pemerintah saat ini. "Salah satunya program unggulan MBG yang selalu dibanggakan oleh presiden," ungkapnya.
Revan menambahkan apabila akses dan pelayanan kesehatan gratis berada dalam kondisi chaotic situation, maka hal tersebut akan berdampak pada kebijakan lain, seperti MBG. "Karena keduanya berada dalam policy cycle yang sama, yakni sektor kesehatan dan kesejahteraan," katanya.
Revan menyayangkan di tengah gejolak ekonomi yang masih menjerat rakyat kecil, pemerintah justru menorehkan luka baru melalui kebijakan penonaktifan PBI dengan dalih penyesuaian anggaran.
"Ini bukan sekadar ketidakefisienan administratif, melainkan pengkhianatan mendasar terhadap mandat konstitusional UUD 1945 Pasal 28H dan 34, yang menjamin hak atas kesehatan bagi setiap warga negara, khususnya yang paling rentan," papar Revan.

1 hour ago
1





















































