Bela Khamenei

3 hours ago 1

Oleh: Dahlan Iskan

Bela Khamenei

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Perlukah Presiden Indonesia mengucapkan dukacita atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei?

Itulah yang sedang viral di medsos. Utamanya setelah Megawati Soekarnoputri memublikasikan ucapan dukacitanya ke publik.

Bela Khamenei

Belasungkawa Mega begitu spesial: dua halaman. Isinya pun cukup emosional: menunjukkan solidaritas sebagai sesama anggota Nonblok, sesama negara Islam, dan sesama berjiwa nasionalistis.

Anda bisa membaca sendiri isinya: sampai menguraikan riwayat masa muda Ayatollah Khamenei yang ternyata mengagumi Bung Karno.

Mega juga menceritakan pengalamannyi saat sebagai Presiden ke-5 RI: berkunjung ke kediaman Ayatollah Khamenei di Tehran. Terkesan dengan hangatnya penyambutan.

Lalu Mega mengundangnya ke Indonesia. Baik untuk menghadiri musyawarah besar alim ulama sedunia maupun ulang tahun KTT Asia Afrika.

Lalu ada yang bertanya di medsos: "apakah presiden Indonesia sudah mengucapkan dukacita?"

Perlukah Presiden Indonesia mengucapkan dukacita atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei? Itulah yang sedang viral di medsos.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|