jpnn.com, JAKARTA - Industri perfilman Indonesia kembali menorehkan langkah di panggung internasional melalui Bali International Film Festival atau Balinale.
Festival film yang berbasis di Bali itu memperluas jaringan kerja sama global dengan terlibat dalam dua ajang perfilman bergengsi, yakni International Festival of Films on Art di Kanada dan South by Southwest di Amerika Serikat.
Pendiri sekaligus Direktur Balinale, Deborah Gabinetti, dipercaya menjadi juri kompetisi internasional kategori film panjang pada LeFIFA ke-44 yang berlangsung pada 12–22 Maret 2026 di Montreal, Kanada.
Pada periode yang sama, dia juga ditunjuk sebagai mentor industri film dan televisi dalam forum kreatif di ajang SXSW yang digelar di Austin, Texas.
Penunjukan tersebut dinilai sebagai pengakuan terhadap kiprah Balinale dalam ekosistem perfilman global.
Deborah menyebut keterlibatannya di dua forum internasional itu membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi sineas Indonesia.
“Penunjukan ini merupakan bentuk pengakuan global terhadap standar industri yang kami bangun. Melalui kolaborasi dengan LeFIFA dan SXSW, Balinale berkomitmen menjadi inkubator bagi talenta Indonesia untuk terhubung langsung dengan para pemimpin industri film dunia,” ujarnya.
Reputasi Balinale juga makin menguat setelah festival tersebut memperoleh status kualifikasi Academy Awards pada 2025.

2 hours ago
2





















































