jpnn.com - WASHINGTON - Amerika Serikat mengingatkan Israel agar menghormati proses perdamaian di Timur Tengah. Sebab, hal itu akan menguntungkan warga Israel dan negara-negara lain di kawasan tersebut.
Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance mengatakan itu dalam sebuah konferensi pers di Washington D.C., Amerika Serikat, Kamis (18/6).
"Pada dasarnya, warga Israel, sama seperti semua pihak lainnya, harus menghormati proses perdamaian ini yang pada dasarnya bermanfaat bagi mereka dan bagi seluruh kawasan," kata Vance.
Menurut Vance, AS hampir setiap hari melakukan kontak tingkat tinggi dengan Israel dan negara-negara Teluk.
Pada Kamis dini hari (18/6), Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman (MoU) secara jarak jauh untuk mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari 2026 lalu.
MoU tersebut juga menetapkan jangka waktu AS mencabut blokade angkatan laut mereka, serta bagi Iran untuk memulihkan lalu lintas pelayaran Selat Hormuz.
Selain itu, Iran juga berkomitmen tidak memperoleh senjata nuklir. Sementara itu, isu program nuklir Iran akan diselesaikan melalui perjanjian terpisah.
Kedua belah pihak diharapkan dapat melakukan negosiasi terkait isu ini selama 60 hari ke depan. Bagi Iran, tujuan utamanya adalah sederet sanksi yang dijatuhkan kepadanya dicabut. (antara/jpnn)

3 hours ago
1






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364450/original/049240400_1759113678-allano.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518117/original/054027000_1772464500-rivera.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307861/original/026520700_1754487526-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15.jpeg)





