jpnn.com, PEKANBARU - Jalan Gajah Mada Pekanbaru berubah menjadi lautan manusia pada Minggu (11/1), saat 6.000 penari tampil dalam pertunjukan Tari Zapin Massal yang memecahkan rekor dunia.
Aksi kolosal ini diinisiasi Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Riau sebagai perayaan budaya Melayu yang meriah sekaligus membangkitkan kebanggaan masyarakat.
Mengusung tema “Bersatu Dalam Gerak Zapin Lestarikan Budaya Melayu”, ribuan penari tersebut bergerak serempak mengikuti irama gambus dan tabuhan marwas.
Suasana hangat bercampur kagum menyelimuti lokasi ketika barisan penari perempuan mengenakan kebaya labuh kekek yang menjadi ikon busana Melayu, sementara para penari laki-laki tampil dengan pakaian tradisional yang selaras.
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, hadir menyaksikan langsung pagelaran akbar ini. Ia menyebut peristiwa tersebut bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi wujud nyata komitmen masyarakat Riau menjaga budaya leluhur.
“Kami memilih maju tanpa tercerabut dari akar,” ujarnya, menegaskan bahwa budaya mesti berjalan seiring dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, keberhasilan mengumpulkan 6.000 penari dalam satu koreografi adalah bukti bahwa nilai disiplin, kebersamaan, dan rasa hormat masih mengakar kuat dalam masyarakat.
Dia juga menyoroti busana kebaya labuh kekek yang dikenakan para penari perempuan sebagai simbol kehormatan dan identitas perempuan Melayu. “Kesantunan adalah kekuatan, bukan kelemahan,” katanya.

6 hours ago
1





















































