jpnn.com, JAKARTA - Kesehatan jangka panjang ternyata tidak hanya ditentukan oleh pola makan dan olahraga, tetapi juga dari material bangunan di sekitar kita.
Dalam diskusi media Forum NGOBRAS yang digelar di Menteng, Jakarta, Rabu (8/4), para ahli memperingatkan risiko serius paparan zat berbahaya seperti timbal yang sering tersembunyi di dinding rumah, kantor, hingga fasilitas publik.
Arsitek dan Urban Designer KIND Architects, Adjie Negara, menekankan bahwa pemilihan material bangunan yang bebas timbal sangat krusial, terutama pada elemen dinding, lantai, pipa, dan cat.
“Pesatnya renovasi menjadikan pemilihan material sebagai faktor relevan untuk kesehatan jangka panjang. Ruang yang kita bangun adalah fondasi bagi lingkungan hidup yang aman dan berkelanjutan,” ujar Adjie.
Salah satu sumber bahaya yang sering disepelekan adalah cat yang mengelupas. Adjie mengingatkan bahwa faktor usia dan cuaca dapat mendegradasi kualitas cat. Jika cat tersebut mengandung timbal, serpihannya akan berubah menjadi debu yang berpotensi terhirup atau tertelan.
"Kelompok yang paling rentan adalah ibu hamil dan anak-anak. Anak-anak memiliki kebiasaan memasukkan tangan ke mulut, sehingga risiko ingesti timbal menjadi sangat tinggi," ungkapnya.
Data Surveilans Nasional menunjukkan fakta mengejutkan di mana 1 dari 7 anak di Indonesia memiliki kadar timbal dalam darah di atas 5 µg/dL.
Terkait hal itu, Ahli Kimia dan Guru Besar Departemen Kimia FMIPA Universitas Indonesia, Prof. Dr. Yuni Krisyuningsih Krisnandi, M.Sc., menjelaskan bahwa timbal adalah logam berat akumulatif yang bisa merusak sistem saraf hingga ginjal.

3 hours ago
6





















































