jpnn.com, JAKARTA - Kenaikan harga avtur dalam waktu singkat menjadi perhatian serius karena berpotensi berdampak luas terhadap sektor transportasi dan distribusi nasional.
Dinamika tersebut dinilai mencerminkan adanya tekanan pada rantai pasok energi global yang perlu segera diantisipasi oleh pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.
Anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia menegaskan bahwa pergerakan harga avtur tidak dapat dipandang sebagai persoalan sektoral semata.
“Pergerakan harga avtur dalam waktu singkat menegaskan adanya tekanan pada rantai pasok energi yang perlu segera diantisipasi, agar tidak berkembang menjadi dampak yang lebih luas terhadap sektor transportasi dan distribusi nasional,” ujarnya.
Menurut Shanty, meskipun pemerintah telah menunjukkan komitmen dalam menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya untuk transportasi darat dan logistik, masih ada sektor lain yang memerlukan perhatian lebih.
Dia menyebut transportasi udara sebagai salah satu sektor yang paling rentan terdampak fluktuasi harga energi global karena ketergantungannya pada avtur.
“Kami mengapresiasi upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga BBM, khususnya untuk sektor transportasi darat termasuk kendaraan roda empat dan distribusi logistik, di tengah tekanan global,” katanya.
“Namun demikian, perlu diantisipasi dampak pada sektor-sektor yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam kebijakan tersebut, khususnya transportasi udara yang sangat bergantung pada avtur,” lanjutnya.

4 hours ago
6





















































