jpnn.com, JAKARTA - Musim kemarau menjadi momentum yang paling dikhawatirkan oleh para petani di Desa Sobokerto, Boyolali, Jawa Tengah.
Keterbatasan air membuat sebagian besar lahan pertanian tidak dapat ditanami.
Akibatnya, hasil panen menurun dan pendapatan para petani ikut berkurang.
Hal itu yang dirasakan Khairul Huda, beserta para petani yang ada di desanya.
Dia harus berjuang mengelola lahan seluas sekitar empat hektare yang hanya bisa ditanami saat musim penghujan karena tidak memiliki akses irigasi.
“Saat musim kemarau kami hanya mampu menanami sekitar 20 persen lahan. Selama enam bulan berikutnya kami mengalami kerugian karena tidak bisa bercocok tanam,” kata Khairul.
Kegelisahan ini membuat Khairul bersama puluhan petani lainnya, berinisiatif membentuk sebuah kelompok tani bernama Ngudi Makmur.
Ini dilakukan sebagai salah satu upaya mengatasi segala tantangan yang ada.

5 hours ago
1











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975812/original/006754600_1729569212-10.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562206/original/086517200_1776814820-1000840473.jpg)







