TPNPB-OPM Bunuh Warga Sipil di Yahukimo, Ini Reaksi Kementerian HAM

2 hours ago 1

TPNPB-OPM Bunuh Warga Sipil di Yahukimo, Ini Reaksi Kementerian HAM

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kantor Kementerian Hak Asasi Manusia di Kuningan, Jakarta Selatan. (ANTARA/Fath Putra Mulya)

jpnn.com - Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) mengecam dugaan pembunuhan warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Kecaman itu merespons aksi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) yang mengeklaim telah menewaskan tiga warga yang dituduh sebagai agen intelijen militer Indonesia.

KemenHAM mendorong seluruh pihak menahan diri untuk mencegah bertambahnya korban di tengah eskalasi konflik bersenjata di wilayah tersebut.

Juru Bicara KemenHAM Thomas Harming Suwarta dalam keterangan di Jakarta, Kamis (23/7/2026), mengatakan dugaan peristiwa itu mencuat setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan aksi penembakan terhadap warga sipil tersebut.

"KemenHAM RI mengecam aksi penembakan terhadap warga sipil di Yahukimo sebagaimana video yang beredar luas. Tidak boleh ada pembunuhan di luar hukum terhadap warga sipil tak berdosa. Di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat di Papua belakangan ini, KemenHAM RI mendorong agar semua pihak menahan diri," kata Thomas.

Dia menegaskan perlindungan hak untuk hidup merupakan prinsip mendasar hak asasi manusia yang harus dihormati seluruh pihak tanpa terkecuali, termasuk dalam situasi konflik.

KemenHAM berkoordinasi melalui Kantor Wilayah Kementerian HAM Provinsi Papua Barat yang memiliki wilayah kerja di Papua Pegunungan untuk menghimpun informasi mengenai peristiwa tersebut.

Menurut Thomas, langkah itu dilakukan guna memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi di lapangan sekaligus memastikan seluruh pihak mengedepankan upaya deeskalasi agar tidak terjadi tambahan korban sipil.

Kementerian HAM mengecam dugaan pembunuhan warga sipil oleh kelompok yang mengaku TPNPB-OPM di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|