TNI Buka Suara Terkait Ledakan Mortir di Bandung Barat yang Tewaskan 3 Orang

2 weeks ago 22

TNI Buka Suara Terkait Ledakan Mortir di Bandung Barat yang Tewaskan 3 Orang

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Polisi saat mengecek TKP ledakan mortir yang menyebabkan tiga orang tewas di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (8/7/2026). Foto: doc. Humas Polda Jabar

jpnn.com, BANDUNG - Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) membantah ledakan mortir yang menewaskan tiga warga di Kampung Ciparang, Kabupaten Bandung Barat, terjadi di area latihan militer.

Komandan Pusdikif (Danpusdikif) Brigjen TNI Zaipul Rahman mengatakan lokasi ledakan berada di rumah warga.

"Bukan, tidak benar itu. Itu terjadi di Kampung Ciparang, bukan di Pusdikif. Di rumah penduduk, bukan di tempatnya Pusdikif," kata Zaipul saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).

Ia menyebut kawasan latihan di Cipatat digunakan oleh berbagai satuan TNI, bukan hanya Pusdikif. Sehingga mortir tersebut menurutnya belum tentu milik Pusdikif.

"Daerah latihan Pusdikif Cipatat itu digunakan bukan hanya untuk Pusdikif saja. Tetapi semua satuan jajaran TNI menembak di Pusdikif. Ada Puspenerbad menggunakan heli nembak di Cipatat, kemudian ada dari Kavaleri, Yonkav 9, Yonkav 7, Pusdikav itu nembak di Pusdikif," ujarnya.

Dia mengeklaim setiap pelaksanaan latihan selalu mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Sebelum latihan dimulai, pihaknya telah memperingatkan warga agar tidak memasuki area latiha.

"Itu yang pertama adalah prosedurnya memberikan peringatan sirene selama lima kali. Memberikan sirene selama lima kali supaya masyarakat tidak masuk daerah latihan," ucapnya.

Selain membunyikan sirene, Pusdikif juga berkoordinasi dengan pengurus lingkungan di sekitar lokasi latihan. Hal ini dilakukan agar masyarakat mengetahui adanya kegiatan latihan penembakan.

Pusdikif TNI buka suara terkait ledakan mortir di Bandung Barat yang menewaskan tiga orang.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|