jpnn.com, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menjelaskan alasannya dirinya sering tidak membaca naskah resmi yang telah dipersiapkan oleh Istana.
Prabowo mengaku lebih memilih merangkum bahan pidato ketimbang membaca teks secara utuh.
"Memang saya selalu diingatkan oleh staf saya, 'Pak, pakai teks, Pak. Jangan sampai keluar dari teks.' Dan ini, teksnya bagus sekali," kata Prabowo di HUT Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (9/9).
Prabowo mengatakan teks pidato resmi yang disiapkan stafnya dilengkapi paparan data dan grafik pendukung.
Tetapi, memilih merangkum materi tersebut sebelum menyampaikannya secara langsung ke publik.
"Tetapi saya kira esensinya saya rangkum, saya ringkas, dan saya sampaikan. Mudah–mudahan saya tidak salah bicara," kata dia.
Karena itu, Prabowo mengaku kekeliruan dalam berbicara merupakan hal manusiawi dan dapat disikapi secara terbuka dengan menyampaikan permohonan maaf.
"Tetapi sebetulnya kalau manusia bikin kesalahan, ya saya minta maaf saja," kata Prabowo.

3 hours ago
4





















































