Tensi Geopoltik Timteng Mengkhawatirkan, Waspada Rupiah Melorot

4 days ago 8

Tensi Geopoltik Timteng Mengkhawatirkan, Waspada Rupiah Melorot

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong memperkirakan rupiah akan cenderung melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (23/7). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong memperkirakan rupiah akan cenderung melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (23/7).

Pelemahan itu, seiring tensi geopolitik di Timur Tengah (Timteng) antara AS dengan Iran yang memanas.

Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah harga minyak yang kembali naik oleh tensi geopolitik di Timteng,” ucap Lukman, di Jakarta, Kamis.

Namun, lanjut Lukman, pelemahan akan terbatas seiring mulai membaiknya sentimen domestik akhir-akhir ini.

Menurut dia, dari RDG BI (Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia) kemarin, walau mempertahankan tingkat suku bunga.

Namun, langkah BI memberi insentif baru yang di antaranya mengurangi biaya transaksi lindung nilai valuta asing dengan bank sentral dan mendorong penggunaan mata uang selain dolar AS.

"Diharapkan bisa mendukung rupiah,” ungkap dia.

Sementara itu, kurs rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis pagi, bergerak menguat 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp 17.914 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.917 per USD.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong memperkirakan rupiah akan cenderung melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (23/7).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|