Tangisi Kepergian Yurizal, Prof. Dasaad Mulijono Desak Pembenahan Layanan Kesehatan

2 hours ago 1

Tangisi Kepergian Yurizal, Prof. Dasaad Mulijono Desak Pembenahan Layanan Kesehatan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Guru Besar Lifestyle Medicine, Prof. Dr. dr. Dasaad Mulijono, SpJP(K). Foto: dok. pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Guru Besar Lifestyle Medicine, Prof. Dr. dr. Dasaad Mulijono, SpJP(K), menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya peserta BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan, sekaligus mengkritisi dugaan rendahnya empati dalam pelayanan kesehatan.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul viralnya kisah Yurizal yang meninggal dunia setelah diduga mengalami keterlambatan penanganan medis.

Dalam pernyataannya, Prof. Dasaad menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga almarhum. Ia menilai peristiwa tersebut menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap nilai-nilai kemanusiaan dalam profesi kedokteran.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Kepada ayah, ibu, dan keluarga yang ditinggalkan Yurizal, izinkan saya, atas nama jas putih yang saya kenakan lebih dari dua dekade, memohon maaf," ujar Prof. Dasaad, dalam keterangannya, Jumat (7/8).

Yurizal, 29 tahun, warga Bogor dan peserta BPJS Kesehatan, diketahui sempat mengunggah keluhan karena harus menunggu ruang perawatan selama delapan jam pada 22 Juli 2026.

Menurut keterangan keluarga, Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026 setelah diduga mengalami keterlambatan penanganan.

Prof. Dasaad juga menyoroti munculnya komentar bernada mengejek yang diduga berasal dari oknum tenaga kesehatan di media sosial setelah keluhan Yurizal dipublikasikan.

Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan hilangnya empati terhadap pasien yang sedang membutuhkan pertolongan.

Kasus meninggalnya Yurizal membuat Prof. Dasaad Mulijono menyerukan reformasi pelayanan kesehatan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|