Soroti Pergeseran Arah Partai Demokrat AS, Begini Analisis Politik Internasional dari Ahmad Khoirul Umam

4 hours ago 3

Soroti Pergeseran Arah Partai Demokrat AS, Begini Analisis Politik Internasional dari Ahmad Khoirul Umam

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Director of Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD) Universitas Paramadina, Jakarta Ahmad Khoirul Umam, PhD. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Director of Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD) Universitas Paramadina, Jakarta Ahmad Khoirul Umam, PhD merespons survei terbaru Granite State Poll, University of New Hampshire Survey Center menunjukkan bahwa kontestasi menuju Pilpres AS 2028 bukan lagi sekadar persaingan figur, melainkan pertarungan arah ideologi Partai Demokrat.

Menurut Khoirul Umam, kenaikan signifikan Alexandria Ocasio-Cortez (AOC) dari 14% menjadi 22% menandakan menguatnya pengaruh kubu progresif, sementara Pete Buttigieg tetap stabil di kisaran 19–21%, mencerminkan kuatnya basis moderat.

Sebaliknya, merosotnya dukungan terhadap Kamala Harris dan Gavin Newsom menunjukkan bahwa kelompok establishment mulai kehilangan dominasi politik.

Khoirul Umam menyebut terdapat tiga poros kekuatan yang kini bersaing menentukan masa depan Partai Demokrat: Progressive Democrats (AOC–Bernie Sanders), Moderate Democrats (Pete Buttigieg–Josh Shapiro), dan Establishment Democrats (Kamala Harris–Gavin Newsom).

"Pertarungan ini akan menentukan wajah kebijakan Amerika Serikat setelah 2028," ujar Khoirul Umam dalam keterangan tertulis pada Minggu (26/7/2026).

Menurut Khoirul Umam, iImplikasinya melampaui politik domestik AS. Dalam isu Iran–Israel, menguatnya kubu progresif berpotensi mendorong pendekatan yang lebih kritis terhadap dukungan tanpa syarat kepada Israel, dengan penekanan lebih besar pada diplomasi, hak asasi manusia, dan hukum humaniter internasional.

"Sebaliknya, kubu moderat cenderung mempertahankan komitmen terhadap aliansi strategis Amerika sambil mengelola eskalasi konflik melalui jalur diplomasi," ujarnya.

?Dalam kompetisi dengan Tiongkok, kata dia, siapa pun kandidat Demokrat hampir pasti tetap mempertahankan strategi strategic competition.

Kontestasi menuju Pilpres AS 2028 bukan lagi sekadar persaingan figur, melainkan pertarungan arah ideologi Partai Demokrat.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|