jpnn.com - Ketua Pusat Studi Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Trisakti Maria Silvya Wangga menyoroti temuan barang bukti uang tunai hingga emas batangan bernilai ratusan miliar di kasus eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
Maria menilai terdapat dugaan penggunaan skema safe house dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) tersebut.
"Jika uang ini sah atau legal, mengapa tidak disimpan di bank?" kata Maria dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Menurut dia, skema safe house umumnya menggunakan lokasi tertentu, seperti rumah, kafe, atau gudang, untuk menyembunyikan uang agar tidak terdeteksi oleh sistem perbankan maupun Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Maria juga mempertanyakan alasan seorang pejabat negara bersedia menyimpan aset milik pihak lain yang diduga berasal dari tindak pidana.
Menurut dia, dugaan tersebut mengemuka setelah kepolisian menyita aset senilai lebih dari Rp 540 miliar di 12 lokasi.
Barang bukti yang disita meliputi uang tunai Rp 7,2 miliar dalam 16 jenis mata uang asing dari sebuah tempat penukaran uang, serta ratusan miliar rupiah dalam bentuk dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat yang ditemukan di brankas tersembunyi di Kafe de'CLAN Signature, Jakarta, dan sebuah rumah di Sentul, Jawa Barat.
Selain uang tunai, penyidik juga menyita puluhan kilogram emas batangan. Maria mengatakan aset tersebut diduga berkaitan dengan pencucian uang hasil tiga perkara, yakni pengelolaan investasi PT ASABRI, dugaan korupsi di PT Krakatau Steel, serta tata kelola pasokan batu bara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) periode 2018–2026.

6 days ago
15


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4941362/original/014041800_1725973110-20240910BL_Indonesia_vs_Australia-1000_2.JPG)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310367/original/071942200_1754711095-Justin_Hubner.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5545933/original/045717500_1775222563-IMG_2161.jpeg)





:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542420/original/080654500_1774942824-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-37.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193024/original/060543500_1745211082-dean_fc.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5046704/original/088175000_1733934093-Dony_Tri_Pamungkas_Cover.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541349/original/073673000_1774859926-solomon_kitts.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541708/original/058501100_1774879682-20260330AA_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-2.jpg)