jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera meminta semua pihak bisa tenang menyikapi eskalasi di Bumi Serambi Mekah setelah pelaksanaan Peringatan Hari Damai Aceh pada Sabtu (15/8).
Sebab, kata Mardani, rakyat di Aceh dalam kondisi yang tidak baik-baik saja setelah bencana banjir dan longsor pada November 2025.
Hal demikian dikatakan Mardani saat ditanya soal kabar terjadinya penurunan bendara Merah Putih dan perusakan lambang Garuda Pancasila setelah Peringatan Hari Damai Aceh.
"Semua disikapi dengan bijak. Rakyat Aceh sedang hidup dalam keadaan yang berat sesudah bencana," kata dia melalui layanan pesan, Senin (17/8).
Dia mengatakan pemerintah sebaiknya mengedepankan dialog untuk mewujudkan perdamaian di Aceh setelah eskalasi pada Sabtu kemarin.
"Terlihat banyak anak muda. Ajak dialog dan dengarkan. Tokoh senior juga diajak bincang. Anggap saja anak sedang merajuk, perlu diperhatikan dan diberi bantuan," ungkap Mardani.
Legislator fraksi PKS mengaku tak sepakat dilakukan penegakan hukum dari peristiwa penurunan bendera Merah Putih dan perusakan lambang Garuda Pancasila.
"Dialog saja, sekaligus edukasi. Pemimpin harus bijak. Rakyat sedang berat hidupnya," kata dia.

4 hours ago
3



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5178598/original/058171600_1743354239-Lucas_Frigeri_perpanjang_kontrak_bersama_Arema_1_.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562206/original/086517200_1776814820-1000840473.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975812/original/006754600_1729569212-10.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5296325/original/012442900_1753573688-Launching_Persijap_Jepara-1.jpg)

