jpnn.com, JAKARTA - Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas Periode 2024–2026 meminta Pemerintah Republik Indonesia mengambil langkah diplomasi darurat yang luar biasa (extraordinary diplomatic measures).
Desakan ini menyusul terjadinya krisis ganda secara simultan yang mengancam keselamatan total 13 Warga Negara Indonesia (WNI) di dua kawasan perairan internasional yang berbeda, yakni Laut Mediterania Timur dan Lepas Pantai Somalia.
Presidium Hubungan Luar Negeri PP PMKRI Ferdinandus Wali Ate menegaskan situasi yang berkembang sejak Senin (18/5/2026) bukan lagi sekadar dinamika lapangan biasa.
Menurutnya, insiden ini merupakan ancaman langsung terhadap keselamatan warga negara yang wajib dilindungi oleh konstitusi.
Krisis pertama terjadi di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur. Militer Israel (IDF) secara sewenang-wenang mencegat dan memutus komunikasi rombongan kapal misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
Berdasarkan data mutakhir dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat 9 WNI di dalam iring-iringan kapal tersebut yang hingga kini belum bisa dihubungi, termasuk di antaranya armada Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
Sembilan WNI tersebut tersebar di lima kapal logistik kemanusiaan yang berbeda dengan rincian identitas sebagai berikut:
1. ?Herman Budianto Sudarsono (GPCI - Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
2. ?Ronggo Wirasanu (GPCI - Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
3. ?Andi Angga Prasadewa (GPCI - Rumah Zakat) – Kapal Josef
4. ?Asad Aras Muhammad (GPCI - Spirit of Aqso) – Kapal Kasr-1
5. ?Hendro Prasetyo (GPCI - SMART 171) – Kapal Kasr-1
6. ?Bambang Noroyono (Jurnalis Republika) – Kapal BoraLize
7. ?Thoudy Badai Rifan Billah (Jurnalis Republika) – Kapal Ozgurluk
8. ?Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis Tempo) – Kapal Ozgurluk
9. ?Rahendro Herubowo (Jurnalis GPCI - iNewsTV, Berita1, CNN) – Kapal Ozgurluk
Ferdinandus menyatakan bahwa PMKRI berdiri bersama sikap tegas Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyidin, dan aliansi kemanusiaan global.

3 hours ago
3





















































