jpnn.com, JAKARTA - Peredaran uang dolar Singapura palsu senilai SGD 400.000 atau sekitar Rp 5 miliar yang terungkap baru-baru ini tengah jadi sorotan.
Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala mengatakan, perkembangan teknologi membuat kualitas pencetakan uang palsu semakin meningkat.
Hal itu terlihat dari penggunaan kertas, tinta, hingga mesin cetak yang semakin menyerupai uang asli.
Terbukti, berdasarkan laporan kepada polisi, dolar palsu tersebut berhasil ditukar dengan pecahan SGD 100 yang asli di wilayah Singapura.
Adrianus juga menilai jumlah uang palsu yang beredar di Singapura belum melewati batas yang dianggap aman oleh otoritas moneter setempat.
“Menurut Bank Central, ada presentase jumlah uang palsu yang dianggap aman jika beredar di masyarakat. Kalau tidak salah 1/1000. Saya yakin jumlah itu belum terlewati di Singapura,” kata Adrianus saat dihubungi wartawan, Rabu (2/9).
Ia menjelaskan, kualitas pencetakan uang palsu saat ini tidak lagi sebatas mengandalkan kertas dengan watermark dan gambar.
“Kualitas pencetakan memang meningkat. Kalau cuma kertas dengan semacam watermark dan gambar, itu sih sudah jamak. Kualitas tinta dan mesin cetak pun berpengaruh,” ujarnya.

2 weeks ago
9





















































