Schneider Electric Dorong Bangunan Cerdas, Efisiensi Energi Jadi Fokus Utama

3 hours ago 3

Schneider Electric Dorong Bangunan Cerdas, Efisiensi Energi Jadi Fokus Utama

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Business Vice President for Buildings Schneider Electric Indonesia, Reza Syarif. Foto Mesya/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Penerapan teknologi bangunan cerdas mulai menunjukkan dampak nyata terhadap efisiensi operasional gedung.

Salah satunya terlihat dari gedung SMC Rumah Sakit (RS) Telogorejo, yang mencatat penurunan total pengeluaran listrik sebesar 5 persen pada 2025.

Itu didapat setelah mengimplementasikan Building Management System atau BMS terintegrasi.

Pencapaian tersebut sekaligus membalikkan tren kenaikan biaya listrik yang sebelumnya mencapai sekitar 9 persen per tahun.

Rumah sakit juga mencatat waktu respons teknis terhadap anomali menjadi 60 persen lebih cepat berkat sistem peringatan otomatis.

Transformasi digital tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan pemantauan utilitas kritis, seperti sistem pendingin dan tata udara atau HVAC, kelistrikan, serta uninterruptible power supply dalam satu pusat kendali.

Melalui platform EcoStruxure Building Operation dari Schneider Electric, pengelolaan yang sebelumnya dilakukan secara manual digantikan oleh pemantauan waktu nyata, notifikasi otomatis, dan pemeliharaan yang lebih proaktif.

"Efisiensi energi tidak hanya berkaitan dengan pengurangan konsumsi listrik," kata Business Vice President for Buildings Schneider Electric Indonesia, Reza Syarif, Selasa (28/7).

Schneider Electric mendorong bangunan cerdas, efisiensi energi jadi fokus utama untuk keberlanjutan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|