Rupiah Sulit Menguat, Analis Minta Waspadai Eskalasi Geopolitik Timteng

2 weeks ago 24

Rupiah Sulit Menguat, Analis Minta Waspadai Eskalasi Geopolitik Timteng

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan eskalasi geopolitik di Timur Tengah (Timteng) bisa menekan rupiah. Foto: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan eskalasi geopolitik di Timur Tengah (Timteng) bisa menekan rupiah.

Adapun nilai tukar rupiah pada Rabu pagi bergerak melemah 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp 17.984 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.980 per USD..

“Penyerangan besar AS ke Iran sebagai balasan atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz,” ucap Lukman di Jakarta, Rabu.

Mengutip Sputnik, Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan baru ke Iran, dengan Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi tersebut adalah untuk merespons serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz.

Adapun pada Selasa (7/7), laporan media nasional Iran IRIB menyebutkan sebuah kapal Qatar, Al-Rekayyat, berusaha melewati Selat Hormuz melalui jalur Oman dengan dukungan Angkatan Laut AS. Tetapi, kapal tersebut menjadi sasaran serangan setelah sejumlah peringatan disampaikan.

Sentimen lainnya berasal dari data cadangan devisa (cadangan devisa) Indonesia yang meningkat.

Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadev Indonesia pada akhir Juni 2026 mencapai USD 145,6 miliar, naik tipis sebesar USD 700 juta dari posisi akhir Mei 2026 yang sebesar USD 144,9 miliar.

Perkembangan posisi cadangan devisa pada Juni 2026 terutama didorong oleh penerimaan pajak dan jasa.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan eskalasi geopolitik di Timur Tengah (Timteng) bisa menekan rupiah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|