Rieke Soroti Duka Anak dari Terduga Maling Ayam di Tabanan, Minta Negara Hadir

2 hours ago 3

Rieke Soroti Duka Anak dari Terduga Maling Ayam di Tabanan, Minta Negara Hadir

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyatakan negara wajib hari memulihkan trauma anak dari terduga pelaku pencurian ayam yang tewas dikeroyok massa di Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Diketahui, sang anak sebelumnya menangis histeris di dekat jenazah ayahnya sebagaimana terekam video warga. 

Rieke menyebut peristiwa yang terjadi di saat Bali mendunia dengan "Silent Disco Run" dan keramahan ke wisatawan, menjadi tamparan keras, karena di saat yang sama terjadi peristiwa memilukan ketika hukum dikalahkan oleh amarah warga sendiri.

"Praduga tak bersalah, hak hidup dan perlindungan anak adalah harga mati. Negara wajib hadir memulihkan trauma anak dan menjamin kehidupan keluarga korban," kata Rieke dalam keteranganya di Jakarta, Minggu (26/7//2026).

Politisi yang membidangi hukum dan hak asasi manusia (HAM) di Komisi XIII menegaskan, tidak ada ruang untuk main hakim sendiri. Proses hukum harus berjalan, pelaku pengeroyokan wajib diusut tuntas.

Rieke mengingatkan, tidak boleh ada standar ganda antara penegakan hukum untuk warga negara asing dan warga negara Indonesia.

"Mari kita buktikan hukum berlaku untuk semua. Kepada Polri tegakkan hukum dan pulihkan kepercayaan publik," ucapnya.

Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu merekomendasikan kepolisian membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas, siapa pelaku pengeroyokan, apa penyebab kematian, dan apakah ada kelalaian pencegahan.

Rieke Diah Pitaloka menyatakan negara wajib hari memulihkan trauma anak dari terduga pelaku maling ayam yang tewas dikeroyok massa di Tabanan, Bali.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|