Ray Rangkuti Soroti Menguatnya Peran Militer di Ruang Sipil Hingga Operasi Intelijen di Kasus Andrie Yunus

11 hours ago 3

Ray Rangkuti Soroti Menguatnya Peran Militer di Ruang Sipil Hingga Operasi Intelijen di Kasus Andrie Yunus

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menyoroti terkait gejala yang berkaitan dengan menguatnya peran militer di ruang-ruang sipil dan operasi militer dalam kasus penyiraman air keras ke aktivis Kontras Andrie Yunus.

Hal tersebut disampaikan Ray yang hadir secara online di acara diskusi publik berjudul 'Politik Pertahanan dan Ekspansi Peran Militer di Ruang Sipil: Antara Kebutuhan Strategis dan Risiko Dwifungsi Baru' di Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026)

“Dalam sebuah diskusi di stasiun televisi nasional, kami diingatkan oleh Pak Soleman B Pontoh, mantan Kepala Badan Intelijen Strategis agar berhati-hati dalam bicara. Karena akan menyinggung orang lain seperti aparat negara. Sebab, pemahaman setiap orang terutama para anggota militer tidak sama dalam merespons atau menyikapi pembicaraan orang lain yang mengkritik atau mengoreksi negara di ruang publik. Sehingga, terkadang anggota akan bertindak di luar perintah pimpinan atau atasan seperti perwira dalam satuan militer,” ujar Ray Rangkuti, mengutip Mantan Kabais Soleman Pontoh, dalam diskusi di stasiun televisi.

Padahal, kata Ray, militer itu bertugas untuk memberikan rasa aman atau perlindungan kepada NKRI atas ancaman atau gangguan yang datang dari luar.

Artinya, doktrin yang harus dikuatkan dalam kalangan militer itu adalah bukan sekadar menjaga segenap tanah tumpah darah Indonesia dalam pengertian geografik, tapi juga dalam pengertian orangnya.

“Menjaga NKRI itu bukan sekadar melihat soal batas-batas geografik dari Sabang sampai Merauke. Atau mempertahankan atau menjaga pemerintah saja, tapi yang berkenaan di dalamnya adalah menjamin hak kebebasan warga negaranya” paparnya.

Dia melanjutkan, ini yang kita maksud bahwa agar modul pendidikan militer yang perlu diubah bukan mengingatkan masyarakat agar hati-hati berbicara.

Ray mengatakan salah satu faktor mengapa kita bergerak pada tahun 1998, karena kalau terjadi peristiwa yang menyimpang masyarakat sipil, itu yang diingatkan itu masyarakat sipilnya.

Ray Rangkuti menyoroti gejala yang berkaitan dengan menguatnya peran militer di ruang-ruang sipil dan operasi militer dalam kasus Andrie Yunus.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|