jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Agama menyebutkan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) akan menyasar madrasah, pesantren, dan juga satuan pendidikan keagamaan lainnya yang berjumlah total 12,5 juta anak didik.
Pelaksanaan kegiatan menjadi langkah strategis menanamkan budaya hidup sehat sejak dini di semua lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia.
Para peserta didik binaan Kemenag yang berpotensi mendapatkan layanan kesehatan gratis, meliputi, 9.179.847 siswa Madrasah (MI, MTs, MA), 3.339.536 santri pondok pesantren, 18.090 siswa pendidikan Kristen, 7.032 siswa pendidikan Katolik, 3.421 siswa pendidikan Hindu (Widyalaya) dan 1.069 siswa pendidikan Buddha (Dhammasekha Formal).
"Saya ingin lembaga pendidikan agama dan keagamaan menjadi contoh terdepan dalam pelaksanaan program ini," kata Menteri Agama Nasaruddin Umar seusai meninjau pelaksanaan CKG di Pondok Pesantren Asshidiqiyah, Jakarta Barat, Senin (4/8).
Menag menegaskan pelaksanaan CKG akan menjadi momentum penting dalam mendukung Visi Indonesia Emas 2045, khususnya dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
"Peserta didik Kemenag sebanyak 12,5 juta tadi itu, maka CKG menjadi krusial dalam mendukung visi Indonesia 2045," ujarnya.
Menag juga meminta seluruh lembaga pendidikan agama dan keagamaan untuk mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto berupa Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak usia sekolah.
Tidak hanya menyiapkan ruang kelas dan aula sebagai tempat pemeriksaan, tetapi juga menyediakan alat ukur tinggi badan, timbangan, dan lembar pemeriksaan penglihatan.