Prabowo Seharusnya Terima Kasih ke Aktivis Hingga Jurnalis, Bukan Melabeli Londo Ireng

3 hours ago 2

Prabowo Seharusnya Terima Kasih ke Aktivis Hingga Jurnalis, Bukan Melabeli Londo Ireng

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi menyebut Prabowo perlu membenahi gaya pidato, sehingga tak berbicara kontraproduktif. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat komunikasi politik dari Nusakom Pratama Institut Ari Junaedi menyebut Londo Ireng yang diucap Presiden Prabowo Subianto sebenarnya memiliki makna negatif, yakni kolaborator asing untuk menghancurkan bangsa sendiri.

Ari mengatakan label Londo Ireng seharusnya tidak bisa dialamatkan ke jurnalis, pengamat, dan aktivis LSM yang kerap mengkritisi program pemerintahan. 

"Tidak bisa menyamaratakan pihak-pihak yang kritis terhadap penyimpangan dan kejanggalan di setiap program dan kebijakan pemerintah selalu ditanggapi dengan sarkas," kata dia melalui layanan pesan, Sabtu (25/7).

Ari menuturkan pihak yang kritis terhadap kebijakan pemerintah sebenarnya peduli dan menaruh kecintaan luar biasa dengan negara.

Dia mengatakan ada sisi kontradiksi ketika diksi negatif terus dipakai pemerintahan Prabowo ke para pengkritik dalam kehidupak berdemokrasi.

"Seharusnya Prabowo berterima kasih ke para jurnalis, pengamat, dan aktivis LSM yang masih rajin memberikan kritik, karena presiden butuh penyeimbang antara informasi yang meninabobokan dengan informasi kritis dari pihak yang berada di luar pemerintahan," kata Ari.

Penulis disertasi Pola Komunikasi Pelarian Politik Tragedi 1965 di Mancanegara itu sendiri menilai konteks pidato Prabowo memang perlu pembenahan dari lingkar terdekatnya. 

"Presiden harus mau mendengar kritik dari luar, menghilangkan penyampaian tuduhan kontra produktif serta menghindari pidato spontan di setiap acara resmi kepresidenan," ujar Ari.

Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi menyebut Prabowo perlu membenahi gaya pidato, sehingga tak berbicara kontraproduktif.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|