Prabowo Sebut Wartawan Londo Ireng, Guntur PDIP: Berbahaya Bagi Demokrasi

3 days ago 14

 Berbahaya Bagi Demokrasi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Muhammad Guntur Romli. Foto: dokumentasi pribadi untuk JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli menilai berbahaya pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut wartawan dan pengamat sebagai 'londo ireng'.

 "Penggunaan istilah historis Londo Ireng oleh Presiden Prabowo terhadap wartawan dan pengamat merupakan taktik populisme klasik yang berbahaya bagi demokrasi," kata dia melalui layanan pesan, Jumat (24/7).

Dia mengatakan pernyataan Prabowo secara simbolis mengarahkan anggapan bahwa penguasa sebagai patriot dan pihak yang kritis pengkhianat bangsa.

"Narasi ini sengaja membelah publik secara simplistis, penguasa sebagai patriot, sementara pilar kritis dicap sebagai pengkhianat penyokong asing," ujar Guntur Romli. 

Dia mengatakan label Londo Ireng bukan sekadar retorika antikolonial semata, melainkan menggeser substansi kritik ke ranah emosional. 

"Bentuk intimidasi simbolis untuk mendelegitimasi substansi kritik tanpa perlu membantah data," kata Guntur Romli. 

Dia mengatakan elite politik diduga hendak melakukan penyimpangan terhadap akuntabilitas ketika menggeser substansi kritik ke ranah emosional dan nasionalisme sempit.

"Dalam demokrasi modern, ukuran patriotisme bukanlah kepatuhan buta kepada kekuasaan, melainkan keberanian pers dan intelektual untuk mengawasi serta meluruskan jalannya pemerintahan demi kepentingan publik," kata Guntur Romli.

Politikus PDIP Guntur Romli menilai label Londo Ireng bukan sekadar retorika antikolonial, melainkan menggeser substansi kritik ke ranah emosional.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|