jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi memulai transformasi ekosistem halal di sektor strategis melalui integrasi sistem halal compliance pada industri farmasi pertahanan nasional.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan (Baharwathan) Kemhan dengan PT Halal Digital Internasional (Halalin).
Melalui Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan (Baharwathan), Kemhan menandatangani Nota Kesepahaman dengan sejumlah mitra strategis, termasuk PT Halal Digital Internasional (Halalin).
Kepala Baharwathan Laksamana Madya TNI Supo Dwi Diantara menegaskan bahwa penguatan standar halal merupakan bagian dari strategi besar ketahanan nasional di bidang kesehatan dan kefarmasian.
"Integrasi halal dinilai mampu meningkatkan kualitas tata kelola industri, memperkuat perlindungan konsumen, sekaligus mendorong kemandirian produksi obat nasional berbasis sumber daya dalam negeri."
CEO Halalin Yuliana Zahara Mega menyampaikan bahwa halal industry compliance menjadi instrumen strategis dalam menghadapi era Wajib Halal 2026. "Halalin sendiri telah terlibat dalam percepatan sertifikasi halal nasional pada lebih dari 1.500 dapur SPPG Polri, termasuk implementasi standar keamanan pangan SLHS dan HACCP." Sebutnya
Yuliana menyampaikan bahwa, menjadi suatu kehormatan bagi Halalin dapat memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia melalui kerjasama dengan Kemenhan. "Transformasi industri halal Indonesia memasuki fase baru ketika Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melalui Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan (Baharwathan) menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT Halal Digital Internasional (Halalin) untuk implementasi sistem compliance dan sertifikasi halal di lingkungan Lembaga Farmasi Pertahanan (LAFI). Kami akan memberikan effort terbaik untuk mensukseskan kerjasama ini." Serunya.
Menurutnya, Langkah ini menandai masuknya ekosistem halal ke dalam sektor strategis negara : yaitu industri farmasi pertahanan. "Potensi pasar halal global tentunya sangat besar,
Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy, nilai ekonomi halal global telah melampaui USD 2,3 triliun per tahun, mencakup sektor makanan, farmasi, kosmetik, logistik, hingga keuangan syariah." Jelasnya.
Lebih lanjut Yuliana menegaskan Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar dunia memiliki potensi pasar domestik yang sangat besar. "Konsumsi produk halal nasional diperkirakan mencapai ratusan miliar dolar AS per tahun, namun kontribusi ekspor halal Indonesia masih relatif kecil dibandingkan Malaysia dan Timur Tengah." Ungkap Pebisnis Wanita ini.

11 hours ago
2




















































