Peringati 30 Tahun Kudatuli, Hasto Bicara Kekuatan Rakyat Jaga Kepemimpinan Megawati

1 day ago 8

Peringati 30 Tahun Kudatuli, Hasto Bicara Kekuatan Rakyat Jaga Kepemimpinan Megawati

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di kantor partainya, Jakarta, Minggu (26/7). Foto: Dokumentasi DPP PDIP

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyinggung falsafah pergerakan rakyat bawah yang diistilahkan sebagai filosofi akar rumput saat berpidato dalam peringatan 30 Tahun Kudatuli di kantor partainya, Jakarta, Minggu (26/7).

Hasto mengatakan tindakan represif rezim Orde Baru (Orba) pada 27 Juli 1996 bukanlah penyerangan sebuah gedung fisik kantor partai.

Dia menyebutkan insiden berdarah yang disebut Kudatuli itu menjadi serangan nyata terhadap keyakinan politik rakyat serta pembungkaman atas kemerdekaan bersuara.

Namun, kata Hasto, rezim Orba tidak memperhitungkan kekuatan militansi rakyat bawah yang mendukung kepemimpinan Megawati Soekarnoputri.

"Akar rumput itulah yang mengukuhkan kepemimpinan Megawati dan menolak Kongres Medan. Akar rumput itulah yang menjaga kantor Diponegoro siang dan malam," kata dia, Minggu.

Hasto menuturkan sebuah metafora mendalam mengenai karakter rumput yang menjadi fondasi kekuatan dan identitas politik PDI Perjuangan, yakni tak bisa habis ketika dibabat.

"Akar rumput tidak pernah bisa dicabut oleh kekuasaan. Rumput boleh dibabat. Rumput boleh diinjak, boleh dibakar sampai hitam tanahnya, tetapi akarnya tetap tinggal di dalam tanah," kata dia.

Hasto mengatakan karakter rumput itu yang tak dipahami penguasa ketika berusaha menyerang kantor PDI pada 1996.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyebut kekuatan militansi rakyat pada akhirnya menjaga kepemimpinan Megawati Soekarnoputri.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|