jpnn.com, JAKARTA - Upaya reformasi yang dilakukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di bawah kepemimpinan Djaka Budi Utama, mendapat perhatian dari sejumlah pengamat dan praktisi hukum.
Praktisi hukum sekaligus analis kebijakan publik, Adi Suparto menilai penunjukan Djaka Budi Utama sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat tata kelola dan integritas institusi.
Menurut Adi, latar belakang Djaka sebagai purnawirawan TNI dengan pengalaman di pasukan elite menjadi modal penting dalam menjalankan tugas pembenahan organisasi.
Dia mengatakan sejak menjabat sebagai Dirjen Bea dan Cukai, Djaka berupaya meningkatkan pengawasan internal serta memperkuat penegakan disiplin di lingkungan DJBC.
“Langkah-langkah penataan internal yang dilakukan menunjukkan adanya komitmen untuk memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi,” ujar Adi, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/6).
Adi menilai upaya pembenahan tersebut tidak terlepas dari tantangan yang dihadapi DJBC sebagai institusi yang memiliki peran strategis dalam pengawasan lalu lintas barang dan penerimaan negara.
Menurutnya, berbagai langkah pengawasan dan evaluasi internal diperlukan untuk memastikan pelayanan kepabeanan dan cukai berjalan sesuai ketentuan.
Selain itu, dia mendorong agar penguatan pengawasan dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum dan lembaga terkait.

5 hours ago
2





















































