Pengamat Anggap Kecil Kemungkinannya Demo Agustus Berubah Jadi Gejolak Sosial

4 hours ago 3

Pengamat Anggap Kecil Kemungkinannya Demo Agustus Berubah Jadi Gejolak Sosial

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi demonstrasi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga menyebut rumor akan adanya aksi demo pada Agustus 2026 kiranya tak perlu dibesar-besarkan.

Hal demikian dikatakan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang berbicara peristiwa Nepal menyikapi demonstrasi pada akhir Agustus 2026.

"Sebab, di negara demokrasi aksi demo merupakan hal yang lazim," kata Jamiluddin melalui keterangan persnya, Selasa (21/7).

Dia mengatakan demonstrasi memang menjadi sarana untuk menyampaikan aspirasi, karena dilindungi konstitusi.

Jamiluddin menganggap aneh bila di negara demokrasi seperti Indonesia, tidak ada demonstrasi.

"Demokrasi di Indonesia bisa kehilangan rohnya," kata dia.

Jamiluddin menganggap kecil kemungkinan demonstrasi akhir Agustus 2026 nanti berubah menjadi gejolak sosial seperti di Nepal.

"Sampai ke sana tampaknya masih relatif kecil. Ada beberapa penyebabnya," lanjut pengamat dari Universitas Esa Unggul itu.

Pengamat Jamiluddin Ritonga menyebut TNI dan Polri solid mendukung pemerintahan Prabowo, sehingga peristiwa Nepal sulit terjadi di Indonesia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|