Papua Krisis Suplai Pangan, Billy Mambrasar Minta Pemerintah Pusat Bertindak Cepat

3 hours ago 2

Papua Krisis Suplai Pangan, Billy Mambrasar Minta Pemerintah Pusat Bertindak Cepat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Komite Eksekutif Presiden Otonomi Khusus Percepatan Pembangunan Papua Billy Mambrasar saat Musrenbang RKPD dan Otsus Papua. Foto: source for jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Kondisi ketahanan pangan di Papua saat ini menghadapi tekanan serius.

Hal itu ditandai dengan kenaikan harga dan terbatasnya pasokan sejumlah komoditas utama seperti ikan, ayam, telur, dan daging. 

Komite Eksekutif Presiden Otonomi Khusus Percepatan Pembangunan Papua Billy Mambrasar mengatakan situasi ini terjadi akibat berbagai sebab, salah satunya adalah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Hal ini disampaikan Billy di acara Pembukaan Musrembang RKPD 2027 dan penambahan OTSUS Papua, yang berlangsung di Hotel Grand Suni, Abepura, Provinsi Papua, yang dihadiri oleh Gubernur Papua Matius Fakhiri, dan Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk.

Billy juga mendapatkan keluhan dari beberapa kabupaten yang mulai mengalami kendala suplai bahan baku dan makanan seperti buah, telur ayam, daging, dan Ikan. 

“Yang terakhir adalah keluhan dari teman teman Kabupaten Yapen, yang kekurangan suplai ikan segar, padahal kabupaten itu adalah kabupaten berbasis laut dan maritim”, ujar Billy Mambrasar.

Badan Pusat Statistik (BPS) Papua mencatat sejumlah komoditas pangan seperti daging ayam ras, ikan tuna, ikan cakalang, serta sayuran menjadi penyumbang utama inflasi pada Maret 2026, dengan inflasi tahunan mencapai sekitar 3,5 persen. 

Selain itu, laporan Bank Indonesia juga menunjukkan bahwa inflasi di Papua dipicu oleh terbatasnya pasokan pangan lokal serta tingginya ketergantungan terhadap distribusi dari luar wilayah.

Kondisi ketahanan pangan di Papua saat ini menghadapi tekanan serius. Hal itu ditandai dengan kenaikan harga dan terbatasnya pasokan sejumlah komoditas

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|