Menjelang Muktamar ke-35 NU, Gus Lilur Dukung Nasaruddin Umar Jadi Calon Ketua Umum PBNU

1 day ago 8

Menjelang Muktamar ke-35 NU, Gus Lilur Dukung Nasaruddin Umar Jadi Calon Ketua Umum PBNU

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur) bersama Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar (Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta). Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur) meminta seluruh peserta Muktamar ke-35 NU menjadikan forum tertinggi organisasi itu sebagai momentum pemurnian — bukan arena perebutan kekuasaan.

Kiai kampung asal Situbondo, Jawa Timur, itu menegaskan pilihan pemimpin di muktamar kali ini akan menentukan posisi NU sebagai penjaga keutuhan Republik, bukan mesin mobilisasi massa.

Gus Lilur merujuk pada Muktamar ke-34 yang berlangsung di Lampung pada Desember 2021 sebagai peringatan nyata.

Menurutnya, proses pemilihan yang sarat kepentingan di muktamar itu berujung pada perpecahan internal, konflik kepengurusan yang merembet ke ranah hukum, korupsi, dan terseretnya NU dalam pusaran politik praktis.

"Muktamar ke-34 Lampung harus jadi pelajaran pahit yang tidak boleh dilupakan. Salah memilih pemimpin, dampaknya sangat fatal bagi NU — organisasi jadi terpecah, terseret arus korupsi dan nafsu kuasa," ujar Gus Lilur, Jumat (19/6/2026).

Dia menilai Muktamar ke-35 tidak bisa dilepaskan dari konteks kebangsaan yang lebih luas.

Di tengah kondisi geopolitik global yang bergolak dan kerentanan kohesi sosial dalam negeri, NU sebagai organisasi dengan lebih dari seratus juta warga memikul tanggung jawab moral yang besar.

"NU adalah bagian dari pendiri Republik ini. Maka setiap keputusan besar NU harus selalu ditanyakan: apa artinya bagi keutuhan bangsa?" katanya.

Gus Lilur secara terbuka mendukung Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar untuk menjadi Ketua Umum PBNU dan mendorong Prof. Dr. KH Said Aqil Siradj menjadi Rais Aam.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|