Mengubah Teror Geologis Menjadi Kemanusiaan Tanpa Batas

5 hours ago 5

Oleh: Odemus Bei Witono - Direktur Perkumpulan Strada dan Pemerhati Pendidikan

Mengubah Teror Geologis Menjadi Kemanusiaan Tanpa Batas

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Direktur Perkumpulan Strada dan Pemerhati Pendidikan Odemus Bei Witono. Foto: Foto: Dokumentasi pribadi

jpnn.com - Ada sesuatu yang sangat menggoncang jiwa ketika alam memutuskan untuk memutus kepastian mendasar dalam hidup manusia.

Dalam keseharian, kita tumbuh dan bergerak dengan satu asumsi implisit yang tak pernah kita pertanyakan: bahwa bumi di bawah telapak kaki kita adalah titik acuan yang mutlak, sebuah tempat berpijak konstan, stabil, dan tak tergoyahkan.

Kita membangun rumah, merancang masa depan, dan menyusun harapan di atas fondasi tanah yang kita anggap abadi.

Akan tetapi, ketika gempa bumi datang, seluruh ilusi stabilitas itu runtuh hanya dalam hitungan detik.

Gempa bukan sekadar fenomena geologis tentang pergeseran lempeng tektonik; ia merupakan anomali eksistensial yang memaksa manusia berhadapan langsung dengan betapa rapuhnya keberadaan mereka di muka bumi.

?Memori saya tentang gempa Nabire pada tahun 2004 adalah luka sejarah yang menyisakan jejak mendalam.

Ketika ingatan itu dipanggil kembali, yang membayang bukan hanya kerusakan fisik bangunan, melainkan atmosfer mencekam yang membungkus hari-hari setelah guncangan utama.

Malam-malam yang dihabiskan di luar rumah, beralaskan seadanya dan beratap langit terbuka, bukanlah bentuk kemah musim panas yang menyenangkan, melainkan sebuah bentuk pelarian dari ancaman yang tak kasatmata.

Ketika gempa bumi datang, seluruh ilusi stabilitas itu runtuh hanya dalam hitungan detik.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|