jpnn.com, JAKARTA - Sutradara Ario Rubbik mengungkap pengalaman dan tantangannya saat menggarap serial Rimba Raya yang menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).
Dia mengatakan tantangan terbesar adalah ketika hasil yang diberikan AI tidak sesuai dengan storyboard dan arahan yang sudah dibuat.
“Begitu kami sudah buat storyboard nih, kami prompt, start frame, end frame, hasilnya belum tentu seperti yang kami mau,” kata Ario Rubbik di kawasan Lebak Bulus, Jakarta pada Sabtu (15/8).
Menurutnya, AI memiliki cara kerja dan pemikiran sendiri yang berbeda dengan teori perfilman yang dipelajarinya selama ini.
Hal tersebut menjadi tantangan baginya yang terbiasa dengan proses pembuatan film secara konvensional.
Perbedaan itu membuat Ario Rubbik harus melakukan banyak penyesuaian sebagai pembuat film konvensional. Dia mengaku sempat merasa kesal karena harus beradaptasi dengan cara kerja mesin.
“Sebagai pembuat film konvensional tuh ada marahnya, ada kesalnya. Ya itu sih, sebetulnya melawan diri sendiri sama melawan mesin,” ujarnya.
Berbagai tantangan tersebut membuat proses pengerjaan Rimba Raya terasa cukup berat bagi Ario Rubbik. Bahkan, dia mengaku sempat merasa emosional ketika melihat perjalanan serial tersebut.

1 hour ago
2






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5178598/original/058171600_1743354239-Lucas_Frigeri_perpanjang_kontrak_bersama_Arema_1_.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307153/original/098770300_1754459746-1000192530.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975812/original/006754600_1729569212-10.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562206/original/086517200_1776814820-1000840473.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5296325/original/012442900_1753573688-Launching_Persijap_Jepara-1.jpg)