Menbud Fadli Zon Umumkan Delapan Artefak Papua Kembali ke Tanah Air

3 days ago 7

Menbud Fadli Zon Umumkan Delapan Artefak Papua Kembali ke Tanah Air

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menbud Fadli Zon mengumumkan delapan Artefak Papua dari masyarakat Asmat telah kembali ke Tanah Air. Foto Mesya/JPNN

jpnn.com - Delapan artefak asal Papua kembali ke Indonesia setelah sebelumnya berada di Amerika Serikat. Benda-benda bernilai sejarah tersebut terdiri atas tengkorak manusia berukir, kapak beliung dari Danau Sentani, sejumlah kapak batu, serta pemukul kayu berhias yang berkaitan dengan masyarakat Asmat. 

Pemulangan artefak itu diumumkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026. 

"Repatriasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembalikan benda-benda cagar budaya Indonesia yang masih berada di luar negeri," kata Fadli.

Lima dari delapan artefak diserahkan Direktur FBI Amerika Serikat Kash Patel kepada Presiden Prabowo Subianto yang didampingi Fadli Zon pada 22 Juli 2026. Artefak tersebut meliputi tengkorak manusia berukir, batu hijau yang dikaitkan dengan Suku Dani, benda batu bertuliskan “Dani Tribe”, kepala kapak batu berlabel “Hollandia New Guinea 1944”, serta kapak beliung dari kawasan Danau Sentani. 

Sementara itu, tiga artefak lainnya diserahkan FBI kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington, D.C., untuk diproses lebih lanjut sebelum dipulangkan ke Tanah Air. Ketiganya berupa pemukul berkepala batu dengan gagang kayu berukir dan dua pemukul kayu berhias yang diberi label sebagai benda dari masyarakat Asmat pada 1970 dan 1971.  

Kementerian Kebudayaan menilai pengembalian artefak tersebut tidak hanya memiliki makna historis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga identitas dan ingatan kolektif bangsa. 

"Kerja sama dengan FBI sekaligus memperkuat langkah Indonesia dan Amerika Serikat dalam mencegah perdagangan ilegal warisan budaya," ucapnya.

Fadli menegaskan benda cagar budaya seharusnya dipelihara sebagai kekayaan bangsa dan tidak diperjualbelikan atau dibawa ke luar negeri melalui jalur ilegal.

Menbud Fadli Zon mengumumkan delapan Artefak Papua dari masyatakat Asmat telah kembali ke Tanah Air. Ada yang diserahkan FBI ke Kedubes RI di Washington DC.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|