Membaca ‘Paradoks Indonesia’ yang Dijawab Prabowo Dalam Pidato Kenegaraan 14 Agustus 2026

1 week ago 21

Membaca ‘Paradoks Indonesia’ yang Dijawab Prabowo Dalam Pidato Kenegaraan 14 Agustus 2026

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pimpinan Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (PP GEKIRA) Arianto Zany Namang. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com - Ada satu adegan kecil di pidato kenegaraan pagi ini yang mungkin luput dari perhatian banyak orang, tetapi menurut saya justru itulah inti dari seluruh isi buku Prabowo Subianto Paradoks Indonesia.

Bukan angka pertumbuhan 5,45 persen atau klaim swasembada delapan komoditas pangan yang dikejar dalam waktu jauh lebih cepat dari target, melainkan ketika Presiden menyebut nama Pak Joko Puro, petani dari Ngawi yang kini panen tiga kali setahun dengan produktivitas 9 ton per hektare.

Mengapa ini penting? Karena Paradoks yang ditulis Prabowo bertahun-tahun silam: bangsa kaya raya tetapi rakyatnya miskin, tanah subur tetapi petani sengsara, sawah luas tetapi beras masih impor, sedang diwujudnyatakan.

Perwujudan itu menubuh lewat nama dan wajah orang per orang yang sengaja dihadirkan langsung di Sidang Tahunan MPR.

Joko Puro dari Ngawi, Kristina Beno dari Merauke, Risky yang dahulu jualan ikan keliling, Citra yang nyaris putus sekolah disebut secara langsung pada momen bersejarah itu.

Mereka bukan pelengkap penderita yang anonim dalam sebuah seremoni rutin, tetapi nama yang punya jejak dalam sejarah visi perjuangan Prabowo.

Mereka bukti hidup bahwa paradoks itu sedang dikikis sedikit demi sedikit dari titik paling bawah. Bagi saya, pidato ini hidup karena berangkat dari pengalaman konkret individu. Menarik.

Yang menarik, Prabowo sendiri tampaknya sadar betul bahwa angka-angka besar itu bisa terasa hampa kalau tidak dijangkarkan pada manusia.

Pimpinan Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (PP GEKIRA) Arianto Zany Namang mengungkap inti dari seluruh isi buku Prabowo Subianto Paradoks Indonesia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|