Melihat Potensi Cuan Kicau Mania di Tanah Air

2 hours ago 2

Melihat Potensi Cuan Kicau Mania di Tanah Air

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Remaja yang mengambil peluang bisnis dengan beternak burung kicauan, Muhammad Fachri Husein, usai memberi makan burung Murai Batu yang dikembangbiakkan di rumahnya, di Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur. ANTARA/Vicki Febrianto

jpnn.com, JAKARTA - Ekosistem burung kicau di Indonesia memiliki nilai ekonomi yang besar, dengan angka mencapai Rp 1,7 triliun hingga Rp 2 triliun.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan potensi dinilai akan terus meningkat seiring dengan semakin maraknya penyelenggaraan lomba burung berkicau di berbagai daerah.

“Kalau lomba burung berkicau semakin banyak, maka dampaknya juga semakin besar," ujar dia dalam festival burung berkicau di Jakarta, Minggu (3/5).

Budi bahkan menyebut ekspor burung berkicau pada 2025 lalu nilanya sekira Rp 12,5 miliar.

Budi menjelaskan geliat lomba burung berkicau mendorong pertumbuhan sektor usaha mulai dari peternak burung, pelaku breeding, hingga industri pendukung seperti pakan dan perlengkapan.

“Karena ini burung ternak, jadi peternaknya makin banyak, breeding semakin banyak, kemudian pembuat sangkar burung semakin banyak, pabrik pakan semakin banyak, peternak jangkrik juga banyak, karena jangkrik salah satu makanan burung, kemudian juga tentu penjual, penjualnya akan semakin banyak,” katanya.

Lebih lanjut, Budi menegaskan  pengembangan ekosistem kicau burung juga sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan

Karena itu, dia meminta burung yang dilombakan merupakan hasil ternak, bukan tangkapan dari alam liar, sehingga tidak mengancam populasi burung di habitat aslinya.

Ekosistem burung kicau di Indonesia memiliki nilai ekonomi yang besar, dengan angka mencapai Rp 1,7 triliun hingga Rp 2 triliun.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|