jpnn.com, JAKARTA - Ekosistem burung kicau di Indonesia memiliki nilai ekonomi yang besar, dengan angka mencapai Rp 1,7 triliun hingga Rp 2 triliun.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan potensi dinilai akan terus meningkat seiring dengan semakin maraknya penyelenggaraan lomba burung berkicau di berbagai daerah.
“Kalau lomba burung berkicau semakin banyak, maka dampaknya juga semakin besar," ujar dia dalam festival burung berkicau di Jakarta, Minggu (3/5).
Budi bahkan menyebut ekspor burung berkicau pada 2025 lalu nilanya sekira Rp 12,5 miliar.
Budi menjelaskan geliat lomba burung berkicau mendorong pertumbuhan sektor usaha mulai dari peternak burung, pelaku breeding, hingga industri pendukung seperti pakan dan perlengkapan.
“Karena ini burung ternak, jadi peternaknya makin banyak, breeding semakin banyak, kemudian pembuat sangkar burung semakin banyak, pabrik pakan semakin banyak, peternak jangkrik juga banyak, karena jangkrik salah satu makanan burung, kemudian juga tentu penjual, penjualnya akan semakin banyak,” katanya.
Lebih lanjut, Budi menegaskan pengembangan ekosistem kicau burung juga sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan.
Karena itu, dia meminta burung yang dilombakan merupakan hasil ternak, bukan tangkapan dari alam liar, sehingga tidak mengancam populasi burung di habitat aslinya.

2 hours ago
2



















































